kotak suara rasmira

Aku dikejar …

Posted in puisi by rasmirashaja on Januari 10, 2009

dan dia mengejar ..

dalam langkah tanpa derap

dalam busung tanpa dada

dalam rupa tanpa bentuk

dia hanya setitik cahaya semu

bernama angin

Ditandai sebagai:, ,

mungkin Bunda

Posted in puisi by rasmirashaja on Agustus 4, 2008

dia bernama bunda

bisakah semua menjelma menjadi bunda

imom katanya …
dan dia begitu luar biasa..
seluar biasanya hujan di tengah kemarau di Bandung Utara

dan mata ini sedang berisi bayanganmu…

ah bunda …

semua baik-baik saja ..

sebaik ketika aku masih belum tahu angka-angka jam di rumah kita ..

semua jarumnya masih berdetak kan, Bunda?

dan sekarang sudah 3 jam dari jam 2 …

selamat sore bunga dunia …

Ditandai sebagai:, ,

mengusir biasa …

Posted in puisi by rasmirashaja on Juli 23, 2008

Duduak surang basampik sampik

Duduak basamo balapang lapang

Kato surang di bulek-i

Kato basamo di paiyokan

 

Kita memang harus berbicara

Kau tahu apa yang membuat kita berhenti?

 

Bila kita telah melangkah pada batas jalan

Dan berlayar mencapai pulau

Tapi sebelum itu alangkah baiknya bila kita berhenti sejenak

Menarik nafas dan mencumbui semilir angin

Dan mengatakan padanya

Betapa luar biasanya taman dengan air terjun itu …

Betapa indahnya wismamu oleh kaumku

Di ujung jalan sana …

Di atas pulau itu … (lagi…)

semua tentang kebutuhan

Posted in puisi by rasmirashaja on Juli 4, 2008

Kapan kau akan membukanya?” tanyanya.

Aku berkata padanya nanti saja kalau ku butuh

kau kan tau kawan, butuh itu ada bila ada ketidakseimbangan dalam gerakmu memenuhi hidup.

aku tertawa .. dan dia pun tertawa ..

kadang tertawa bisa menjadi milik orang gila bila dia kau keluarkan tanpa batas,

mungkin aku sudah gila, dan dia juga.

tapi tertawa sepertinya menjadi solusiku untuk tak menangis pada hidup apalagi pada kematian,

entah dia.

kau tanya sajalah padanya. apa yang membuatnya tertawa.

tertawa saja dan itu adalah kebutuhan.

saat ini.

setelah begitu banyak tangis yang kita lihat

setelah bibir tersimpul dikalahkan oleh air mata.

setelah wajah kaku kuyu menjadi pemandangan keseharian

setelah semua hanya bertema kesedihan

semua hanya butuh kebahagiaan.

dan itu dekat dengan tawa …

(untuk orang-orang gila yang mempunyai kelebihan tawa … hahahahaha)

Ditandai sebagai:, , , ,

AKU sudah cukup renta menunggu senja.

Posted in puisi by rasmirashaja on Juni 6, 2008

AKU sudah cukup renta menunggu senja.

Tapi mengapa masih saja kau datang di pagi buta.

Aku sudah cukup lelah mengharap matahari tapi kau datang untuk meninggalkanku

kala rembulan masih memperlihatkan diri. (lagi…)

Ditandai sebagai:, , , ,