… suatu hari bernama senja
… suatu hari bernama senja
Rinjani .. Rinjani ..
hanya untuk membuktikan kata-kata ibuku … tujuannya itu juga …
aku hari ni mau ke rinjani ah … Lombok 3726 mdpl .. keliling jawa sambil liatin langit … dan memaknai setiap langkah … alhamdulilah …
alaM TAKAMBANG JADI GURU …
doakan saja …
Aku bercinta, Maka aku bertanya
Satu-satu aku sayang ibu
Dua-dua juga sayang ayah
Tiga-tiga sayang adik kakak
Satu dua tiga sayang semuanya
Keponakanku pernah mengajukan “protes” kala kami berdua menyanyikan lagu ini, kenapa kok cuman sampai angka tiga ya?katanya… kenapa ga ada empat, kan masih ada si manis yang harus disayang (Si manis itu kucing di rumah kami) empat-empat juga sayang si manis .. katanya ..
kataku, kan si manis udah masuk satu dua tiga sayang semuanya …
sayang semuanya itu apa artinya? artinya ,.. kita sayang juga sama si manis, cuman si manis ga disebutin namanya ..
harus disebutin, kalau ga nanti si manisnya marah dan nangis… si belang juga dimasukin jadinya lima-lima juga sayang si belang (belang= kucing kami yang lain juga), irvan juga (irvan=nama anak tetangga kami), dan akhirnya dia menyebutkan sampai lagu ini berujung sepuluh-sepuluh juga sayang …. Stagnan sampai pada angka dia bisa menghitung. Sepuluh. Dan “sayang” si keponakaanku itu cuma terdefinisikan sampai angka: 10. hhhmmm anak kecil memang luar biasa (jujurnya). Entahlah ketika dia sudah dewasa dan bisa menghitung sampai ribuan apakah dia bisa mendefenisikan sayangnya sampai dengan angka ribuan juga entah tidak. (lagi…)
Pantangan di negeri sendiri, larangan di negeri orang lain …
Kata-kata di atas, taglinenya Pak Yamin, guru agamaku waktu SMA, tiap ngajar, pasti tagline ini keluar, Sang Bapak aslinya orang Jambi yang merantau ke Padang Panjang dan menikah dengan orang minang. untuk Jambi-Sumbar, mungkin ini masih berlaku, tapi semakin keluar kita, sepertinya, tagline ini sedikit tidak berlaku ..
satu bukti kutemukan di sini, di bumi Pasundan.. Bagi orang minang menjadi hal biasa menyuci tangan sesudah makan langsung di piring bekas makan kita dan malah hal itu dianjurkan dengan pameo: biar ndak kariang rasaki (susah rezeki), atau maksud lain biar yang ada di dapur ga nyusah nyucinya
.. makanya aia kabasuah harus ada. (lagi…)


2 komentar