kotak suara rasmira

citra orang minang

Posted in Minangkabau by rasmirashaja on Mei 30, 2008

entah sudah berapa kali harus kukatakan tidak semua laki-laki minang itu “dibeli” ketika menikah, itu hanya budaya di Pariaman, .. sebuah kabupaten di Sumbar .. kalaupun “dibeli”, toh adat bukanlah sebuah aturan sangat kaku yang tak bisa dikompromikan, asalkan masing2 keluarga bisa “berkomunikasi” saja. musyawarah mufakat demi bulat kata.

entah sudah berapa kali kukatakan.. tolong hentikan mengatakan orang padang pelit, buang stereotip yg hanya disebabkan persepsi khalayak ramai.. orang minang hanya mengatakan apa yg sesuai dengan hatinya, kalo IYA ya IYA, kalo TIDAK ya TIDAK, orang minang akan sangat royal dan loyal asal tau saja cara mengambil hatinya… orang minang adalah pekerja keras, budaya merantau mengajarkan mereka cara mengelola hidup secara pintar mulai dari nol hingga bisa jadi orang. dan pengalaman akan memberi kita cara berpikir yg luas …

entah sudah berapa kali kukatakan…

kadang aku juga bertanya setelah capek juga membuat pernyataan, kenapa kalian masih saja mau makan di rumah makan padang, kalaupun kalian sendiri bilang “harganya mahal”?

enak banget sesuai lidah  dan ngeyangin sih, katanya ..

kenapa juga kalian tetap mau membeli pakaian di orang padang, kalaupun kalian tau mereka sangat lihai dalam tawar menawar ?

ya, asyik aja sih .. mereka komunikatif dan lucu banget … puas belinya

dan… dan .. dan…

lalu kusimpulkan aja: yg jelas kalian ga jadi korban dari stereotip yg kalian buat dan edarkan sendiri kan?

:)

kapan sih kita bisa hidup damai, menghilangkan prasangka, dan menilai sesuatu dari sampulnya aja..

negeri lain udah tancap gas dg kemajuan, eh kita malah masih dikungkung saling curiga.. dan lupa berkomunikasi .. 

 

entah sudah berpa kali kukatakan

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. luckty said, on Mei 30, 2008 at 10:27 am

    inilah slh satu urang minang di kelasku kuliah (kuliah? duh, jd kangen kuliah! ^-^

    dan…akupun terkena sindrom MINANGISASI oleh mira si urang sakti, resty padang, vika si gadis senja, iing, ivo (padang kalimantan), si uda erick, caal (yg turun angkatan)…

    bahkan akupun acapkali disebut urang minang…karna bergabung dgn mereka (scr aku org lampung satu2nya di negeri perbukuan!)

    dan…bakal byk pustakawan-pustakawin dr ranah minang…

    hmmm….slrupp…jd inget rendang mamanya resty… ^-^

  2. wawan said, on Juni 10, 2008 at 2:17 am

    Yg namanya org padang pelit mah udah turun temurun emang udah nggak bisa di rubah, aq tinggal lama sama orang padang, irit, hemat, mikirin diri sendiri nggak pengen rugi, kadang ada makanan aja di simpan biar orang lain gak kebagian, budaya seperti ini yang mestinya di rubah oleh generasi2 sekarang ini.

  3. rasmirashaja said, on Juni 12, 2008 at 4:42 am

    ## buat wawan ..
    jangan menyamakan semua orang Wan .. :)
    Ga semua orang kayak gitu …
    streotip aja kali .. siapa tau orang tersebut ga nyadar kalo dia udah berbuat salah …
    lagian tinggal serumah … ingetin atuh …

    makasih untuk komennya ..

  4. budi setia darma said, on Juli 28, 2008 at 5:52 pm

    hihi bahasan yang lucu dan menarik, pengen tahu tentang urang pariaman yang dibeli ? saya ini terlahir dari piaman,tentang adat membeli laki-laki merupakan tesis kebudayaan yang mesti dikupas tuntas dari akar nya. jadi kalau separoh atau kulitnya yang akan terjadi adalah kerancuan. seorang teman pernah mengajaku untuk mengali tentang itu “uang japuitan, Uang ilang, atau uang adat dll” kedaerah kelahiranku akhirnya setelah dia tahu tujuan dan kenapa itu dilakukan disana. akhirnya(singkat kata) dia ” padusi ” itu pengen diangkat jadi orang pariaman, agar bisa punya suami orang pariaman. jadi baca buku kebudayaan daerah itu penting, ting. apalagi kuliah dikomunikasi, budaya dll. pengen tahu. almamaterplus.blogspot.com. kirim kabarmu ke almamaterplus@gmail.com.” sori Mir, gue pasang iklan nih.

  5. ujang said, on Juli 31, 2008 at 3:45 am

    kalau stereotif, justru muncul pertanyaan, kenapa bukan satu dua orang saja yang mengatakan orang padang pelit? bahkan puluhan orang baik di forum maupun secara langsung. Semua orang suku manapun berjuang mempertahankan hidup, bahkan mulai dari nol tapi tidak sedikit yang royal sama tetangga, teman, ataupun saudara. saya pernah tinggal sama orang padang, pelitnya minta ampun. jadi bisa disimpulkan dari 100 orang hanya 1 orang yang pelit, yang lainnya pelit dan kikir


Tinggalkan Balasan