Bila lalai
Bila lalai menjadi kawan tak satupun musuh kan kau hadang selain terlambat. Sudahlah kawan hanya sekian putaran jam tapi dia pun pergi melambaikan tangan tak dapat kulihat bagaimana lagi bentuk mukanya. biarlah, tahun depan dia pasti kembali menemuiku dengan berani. hanya tergantung aku apakah mau menerima atau menolak dengan berani.
dia tersenyum dan meninggalkan si lalai yang baru tersadar bahwa sang kawan telah jauh
dan dia sendiri dalam sepi melihat arakan mereka dari jauh
hidup hanya masalah ingatan
salam untuk hujan
…
dan dia masih menyukai hujan walau juga tak begitu berharap ada payung untuk menyambutnya.
Kelana …
seminggu dalam aneka ragam langkah dan tempat singgah, menjadi pengembara adalah sebuah anugerah yang tak disangka oleh si penetap. Banyak makna berjalan seiring begitu mulai kelihatannya seluruh jalanan secara perlahan. dan seminggu sudah dia berkelana, seorang dara yang menyengajakan dirinya tanpa rumah. Hanya demi sebuah makna. makna tentang hidup yang menginginkan hijrah. dan sungguh Hijrah adalah sebuah jendela demi sebuah pintu yang akan memberi pilihan pada bilik dan dapur serta sumur.
Menemui aneka muka dan reaksi serta ekspresi. Manusia benar-benar handal dan kaya akan segala. dan dari jalan hidup semua dibacakan. jalanan panjang tanpa ujung…
(Mari kembali mengembara ..)
Aku dikejar …
dan dia mengejar ..
dalam langkah tanpa derap
dalam busung tanpa dada
dalam rupa tanpa bentuk
dia hanya setitik cahaya semu
bernama angin
11 12
dulu ibuku pernah bilang kau dan kakakmu itu 11 12 aja dalam merayu orang tua !!
kakakku juga pernah mengadu kalau gurunya pernah juga bilang “kau bikin tugas kayak ini?! 11 12 aja dengan tidak kuajarkan!!”
dosen itu pun berkata “kalian nitip absen terus, 11 12 aja dengan pejabat pemalas”
ups ..
11 12 … ya 11 12
isitilah ini diibaratkan dengan adanya suatu kesamaan atau kemiripan di antara dua unsur yang berbeda.
saya pernah bertanya dari mana istilah ini muncul dan siapa yang pertama kali memunculkan, kok bisa??
logisnya saya pikir, mungkin karena angka 11 dan 12 itu berurutan dan setingkat maksudnya sesudah angka 11 ya angka 12 … ga nangkring dulu kemana, tapi langsung sehingga terlihat runut dan urut jadi diibaratkan sama dan sepantaran. sehingga bisa dijadikan bahasa konotasi untuk menyamakan sesuatu …
entahlah, mungkin ada yang tahu? :d
Bayang Mengejar
Pernah aku bertanya dan entah betapa seringnya pula tak ku keluarkan suara, ternyata dia tak sediam selama yg kupikir saat sebelum ini .. dia malah sangat pandai berteriak.
kulihat bayangnya malam itu. Di bawah temaram lampu yang ditutupi laron yang membuatnya sayup-sayup menyampaikan cahaya. Dia tak sendiri, namun dalam tengah malam pun ternyata dia bersuara bahkan berteriak sangat kencang yang selama ini tak kusangka dia mampu mengeluarkannya ..
Untung saja bukan di siang hari, atau malam gelap buta, kalo saja seperti itu maka tak dapat kulihat bayangannya disana …
bayangan yang tak dapat kubayangkan selama ini ..
aku tergagap karena tak adanya rasa percaya, dia ternyata tak berdada dan berkepala …
sudah aku pulang saja.
(sambil menunggu datangnya lumpia basah, dalam ke sekian basahnya sore di Jatinangor)
dan senja telah menampakkan bayangnya …
leave a comment